Artikel
Misteri Sarcophagus di Banjar Perayu Bunutin
Sarkofagus adalah suatu tempat untuk menyimpan jenazah. Sarkofagus umumnya dibuat dari batu. Kata "sarkofaus" berasal dari bahasa Yunani σάρξ (sarx, "daging") dan φαγεῖνειν (phagein,"memakan"), dengan demikian sarkofagus bermakna "memakan daging".
Sarkofagus sering disimpan di atas tanah oleh karena itu sarkofagus seringkali diukir, dihias dan dibuat dengan teliti. Beberapa dibuat untuk dapat berdiri sendiri, sebagai bagian dari sebuah makam atau beberapa makam sementara beberapa yang lain dimaksudkan untuk disimpan di ruang bawah tanah.
Di Desa Bunutin, tepatnya di Banjar Perayu saat ini masih ditemukan beberapa sarcofagus yang dikeramatkan warga. Menurut keterangan beberapa warga sebagian besar sarcophagus-sarcophagus saat ini tertutup tanah dan di atasnya berdiri pura. Yang lumayan terbuka dari tutupan tanah adalah yang posisinya di Timur. Sarcophagus ini masih kelihatan menempel di dinding tanah. Barangkali karena saking tuanya telah tertimbun tanah entah dari bekas letusan gunung ataupun humus yang memadat. Yang jelas sebagian masih tertutup tanah. Sarcophagus kelihatan cukup utuh. Masih terdiri atas bagian bawah (palungan) dan penutup (lid). Hanya saja ada lubang di tengahnya. Diduga barangkali karena jaman dulu orang-orang yang pertama kali menemukan tidak begitu paham apa itu sarcophagus lalu penasaran ingin tahu ada apa di dalamnya. Mereka mungkin menemukan ternyata ada sisa-sisa kerangka manusia beserta pernak pernik bekal kuburnya. Lalu karena takut terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki, masyarakat lalu cenderung membiarkan sarcophagus itu tetap berada di tempatnya dan setengah tertutup tanah. Bahkan membuat pura kecil di dekatnya untuk melakukan upacara mendoakan roh sang pemilik sarcophagus.
Beberapa sarcofagus dikaitkan masyarakat dengan keyakinan akan manfaat masing - masing sarcofagus. Konon jaman dulu masyarakat memanfaatkannya untuk air minum ternak babi, dengan harapan ternaknya cepat hamil dan beranak. Jadi dalam hal ini sarcophagus dikaitkan dengan pembawa kesuburan. Tidak mengherankan, karena di beberapa tempat keberadaan sarcophagus juga dikaitkan dengan kesuburan sawah dan tanaman ladang juga.
Bagi Anda yang suka wisata sejarah, ayo datang ke sini, sambil berkunjung ke Twin Hill, karena letaknya berdekatan.






MUSYAWARAH PERENCANAAN DESA TAHUN ANGGARAN 2027
PENYELENGGARAAN BULAN BUNG KARNO VIII DELAPAN DESA BUNUTIN 2026
PENYELENGGARAAN BULAN BUNG KARNO VIII DELAPAN DESA BUNUTIN 2026
REMBUG DESA STUNTING (RDS) DESA BUNUTIN TAHUN 2026
PENETAPAN HASIL PERHITUNGAN PEROLEHAN SUARA (PLENO) PEMILIHAN PERBEKEL BUNUTIN TAHUN 2026
PELAKSANAAN PEMUNGUTAN SUARA PEMILIHAN PERBEKEL BUNUTIN TAHUN 2026
PEMILAHAN, PENGUMPULAN DAN PENIMBANGAN SAMPAH PLASTIK BERBASIS SUMBER MEI 2026 DESA BUNUTIN
KEGIATAN PENINGKATAN KAPASITAS APARATUR PEMERINTAH DESA BUNUTIN
Pura Langgar di Bali Jadi Tempat Ibadah Umat Islam dan Hindu
BANYU PINARUH ( SEHARI SETELAH HARI RAYA SARASWATI )
Tradisi Pelaksanaan Upacara Matiti Mamah Pura Penataran Agung Dalem Jawa ( Langgar )
KEGIATAN PELAKSANAAN HARI RAYA SARASWATI
Tirtha Beji Selati Diyakini Mampu Sembuhkan Berbagai Penyakit
PENYERAHAN BLT DDS BULAN DESEMBER TAHUN 2025 DESA BUNUTIN
RAPAT RUTIN PERSIAPAN LOMBA DESA TINGKAT KABUPATEN 2023 DESA BUNUTIN
POSYANDU BALITA DAN LANSIA BULAN KE I JANUARI 2023 DESA BUNUTIN
KEGIATAN AKSI SOSIAL KETUA TIM PENGGERAK PKK PROVINSI BALI DI DESA BUNUTIN 2023
KUNJUNGAN RUMAH PADA BALITA YANG MENGALAMI STUNTING DESA BUNUTIN DESEMBER 2023
KEGIATAN PENGUMPULAN & PEMILAHAN SAMPAH BERBASIS SUMBER DESA BUNUTIN DESEMBER 2023
PENERIMAAN BANTUAN KURSI RODA UNTUK MASYARAKAT DISABILITAS DESA BUNUTIN