• Jl. Dr. Ir. Soekarno, Desa Bunutin, Bangli
  • 082897030079
  • admin@bunutin.desa.id
INFO
  • Selamat Datang di Website Resmi Desa Bunutin, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli.  Media komunikasi dan transparansi Pemerintah Desa Bunutin untuk seluruh masyarakat.
  • Silahkan datang ke Kantor Desa Bunutin meminta PIN jika Anda ingin melihat data yang terdaftar di Data Kependudukan, atau ingin melaporkan sesuatu ke Pemerintah Desa.
  • Bagi Masyarakat Desa Bunutin dan Sekitarnya, kini tidak perlu jauh - jauh untuk membayar tagihan Anda. BUMDes Panca Sedana Sari Melayani segala jenis Pembayaran dengan program PPOB, seperti Listrik, PAM, Telpon, Indiehome, Pajak, Kredit, Asuransi dan lain-lainnya. Juga menerima simpanan masyarakat dan juga melayani pinjaman/kredit.

Mamandangi Sebagian Alam Pulau Bali nan Eksotis dari Twin Hill Bangli

09 September 2017 administrator Berita Desa Dibaca 282 Kali

Menikmati pemandangan dari ketinggian memang memberi kesan berbeda, membuat jarak pandang seseorang menjadi lebih luas. Misalkan saja Twin Hill,  wisata alam di Banjar Guliang Kawan, Desa Bunutin, Bangli, tepat di perbatasan antara Kabupaten Gianyar dan Bangli. Twin Hill, tempat yang strategis untuk menikmati pemandangan alam Pulau Bali yang eksotis nan indah. 

Dari puncaknya, Anda bisa menyaksikan hamparan sawah, pemukiman, hingga laut. Bahkan samar-samar, Pulau Nusa Penida yang berada di seberang lautan juga bisa dilihat. Inilah yang menjadi daya tarik Twin Hill sebagai tempat wisata. Bukit ini sesungguhnya bernama Bukit Batu Madeg. Twin Hill adalah cara masyarakat setempat menyebut Bukit Batu Madeg dan Bukit Jati yang letaknya berdekatan, terlihat seperti sepasang bukit kembar.

Bukit ini juga memiliki sebutan yang kata anak muda sekarang ‘kekinian’ yaitu Bukit Selfie, merujuk pada fungsi bukit yang sering digunakan untuk ber-selfie ria. “Biasanya yang datang ke Twin Hill adalah anak-anak muda. Dari tempat ini mereka bisa menyaksikan pemandangan indah dan mengabadikannya dalam sebuah foto. Berfoto dengan latar alam bebas tentunya memiliki daya tarik,” ujar Sang Made Wara, Wakil Ketua Kelompok Sadar Wisata Guliang Kawan. Menurut Sang Made Wara, waktu terbaik untuk mengambil foto adalah pagi hari. Saat hari cerah, pengunjung dapat menyaksikan matahari terbit.

Selain itu keagungan Gunung Agung pun bisa dilihat dari puncak Twin Hill.

Pada musim ini pun, pengunjung bisa melihat keindahan langit yang dihias layang-layang. Sawah terkesan memiliki gradasi sebab ada yang padinya masih menghijau, ada yang mendekati masa panen, hingga sawah yang sudah didominasi warna kuning. Agar pengunjung dapat menyaksikan pemandangan alam nan indah tersebut, pengelola telah menyiapkan beberapa fasilitas. Mereka membangun anjungan yang langsung mengarah ke pemandangan laut. Bentuknya memang masih sederhana, hanya menggunakan kayu. Meja, tempat duduk, dan saung juga dapat dimanfaatkan oleh pengunjung. Twin Hill dihias dengan sejumlah bendera dan capil warna-warni untuk membuat pengunjung merasa nyaman dan senang.

Tempat ini pun sangat cocok dikunjungi bersama teman ataupun keluarga.

Bersantai di alam terbuka tentu saja bisa menjadi sarana refreshing yang cocok untuk melepas penat. Rindangnya pohon serta semilir angin sepoi membuat pengunjung semakin betah berada di tempat ini.  “Siswa sekolah terkadang datang untuk mengerjakan tugas kelompoknya di Bukit Selfie. Dengan suasana yang asri seperti ini barangkali membawa hawa baik ketika belajar di tempat ini,” ucap Sang Made Wara.  Meskipun berada di ketinggian bukit, namun untuk sampai ke puncak tidak memerlukan waktu yang lama. Ketinggian bukit ini dari tempat parkir kendaraan barangkali tidak sampai 30 meter.

Menikmati pemandangan indah ini tidak perlu menguras dompet terlalu dalam. Pengelola hanya memberlakukan sumbangan sukarela untuk menikmati Twin Hill ini.

Potensi Outbond

Selain sebagai tempat bersantai dan lokasi foto yang instagramable, Twin Hill juga memiliki potensi wisata outbond. Bagi yang memiliki hammock (kasur gantung), Anda bisa mengaitkan hammock di antara dua pohon dan bersantai di atasnya. Aktivitas tracking dan camping pun menjadi kegiatan yang potensial dilakukan Twin Hill. Jalur bukit yang tidak begitu terjal membuat tracking di jalur Bukit Batu Madeg cocok untuk dilalui. Menjelajah Bukit Batu Madeg, Anda bisa melihat keunikan pura dadia yang ada di puncak Bukit Batu Madeg.

Di bukit ini terdapat lahan yang cukup memadai untuk mendirikan tenda. Akan tetapi untuk tracking dan camping, pengunjung harus menunggu beberapa waktu. Pengelola masih membangun beberapa sarana pendukung agar potensi wisata outdoor ini lebih aman dan nyaman.

Saat ini fasilitas pariwisata yang ada di Twin Hill sepenuhnya dipegang oleh Kelompok Sadar Wisata Guliang Kawan, Desa Bunutin. Menurut Sang Made Wara, kelompok kecil ini pula yang bertindak sebagai penggagas dikelolanya Bukit Batu Madeg sebagai potensi wisata. “Kami mulai mengelola ini sejak Oktober 2016. Sejak itu kami membangun semua fasilitas secara swadaya,” ujar Sang Made Wara.

Pengelolaan swadaya ini pula yang menurut Sang Made Wara menyebabkan pembangunan kawasan wisata ini berjalan pelan.“Karena setiap anggota memiliki kesibukan masing-masing, kami hanya memiliki kesempatan bergotong-royong setiap hari Minggu. Selain waktu, sejujurnya kami juga terbatas dana untuk mengelola fasilitas tempat ini,” tuturnya. Sang Made Wara pun berharap agar pihak desa dan kabupaten dapat memberikan dukungan, terutama dana. (sumber : TRIBUN-BALI DOT COM)

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)
Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)
CAPTCHA Image
Isikan kode di gambar